Thursday, 4 September 2014

Gangguan Haid dan Siklus Haid

dear Woman, kali ini kita akan membahas tentang gangguan haid dan siklus haid,
check this out.... :)

               Terjadinya menstruasi atau haidmerupakan perpaduan antara kesehatan alat genitalia dan rangsangan hormonal yang kompleks yang berasal dari mata rantai aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Oleh karena itu, gangguan haid dan siklus haid dapat terjadi dari kelainan dua faktor tersebut. beberapa bentuk kelainan haid dan siklus haid masa reproduksi aktif sebagai berikut:

1. Hipermenorea
    Jadwal siklus haid tetap, tetapi kelainan terletak pada jumlah perdahan lebih banyak dan disertai gumpalan darah dan lamanya perdarahan lebih dari 8 hari. Terjadinya hipermenorea berkaitan dengan kelainan pada rahim, yaitu mioma uteri, polip endometrium, dan gangguan pelepasan endometrium.

2. Hipomenorea
   Jadwal siklus haid tetap, tetapi lama perdarahan memendek kurang dari 3 hari. Hal ini dapat disebabkan oleh kesuburan Endometrium kurang karena keadaan gizi penderita yang rendah, penyakit menahun dan gangguan hormonal.

3. Polimenoria
    Terdapat siklus menstruasi yang memendek dari biasa yaitu kurang dari 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif tetap.Polimenorea merupakan gangguan hormonal, dengan umur korpus luteum memendek, sehingga siklus menstruasi menjadi lebih pendek.

4. Oligomenorea
  Siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari,sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Oligomenorea disebabkan oleh gangguan hormonal.

5. Amenorea
    Amenorea adalah tidak datangnya menstruasi selama tiga bulan berturut-turut.
ada 2 bentuk amenorea, yaitu:
1.  Amenorea Primer bila tidak mendapatkan menstruasi sama sekali hingga berusia 18tahun atau
     lebih.
2. Amenorea Sekunder bila pernah mendapatkan mens tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.

6. Metroragia
  Metroragia merupakan perdarahan yang terjadi di luar menstruasi dengan penyebab kelainan hormonal atau kelainan organ genitalia.

7.Dismenorea
   Dismenorea merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan atau konsultasi ke dokter atau bidan.
ada dua bentuk dismenorhea:
1. Dismenorea Primer: tidak terdapat kelainan organ dimana rahim dalam batas normal.
2. Dismenorea Sekunder: bila terdapat kelainan organik seperti mioma, polip endometrial, dan endometriosis. gejala klinis berupa nyeri abdomen bagian bawah yang menjalar ke daerah pinggang dan paha, disertai keluhan mual muntah,sakit kepala, diare.

    

sumber: penerbit buku kedokteran EGC, Manuaba

No comments:

Post a Comment